ANALISIS FAKTOR KEAMANAN GEOMETRI LERENG DISPOSAL DAN MENGETAHUI JUMLAH VOLUME DISPOSAL OPTIMAL

Arif Nurwaskito

Abstract

Kestabilan lereng berkaitan dengan kelongsoran yang merupakan proses perpindahan massa tanah secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jarak muka air tanah, sudut kemiringan lereng, nilai kuat geser tanah dan jenis tanah lapisan penyusunnya yang memiliki nilai kohesi dan sudut geser dalam yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditampilkan dalam bentuk nilai faktor keamanan untuk menentukan batas dumping limit dan mengetahui batas volume disposalyang optimal. Tahapan dari proses analisis kestabilan lereng ini dilakukan dengan menggunakan metode Fellenius, yang dalam proses analisisnya menggunakan software Geoslope/W. Parameter yang digunakan yaitu sudut geser dalam, kohesi, dan berat jenis tanah. Untuk menghitung jumlah volume disposal digunakan metode penampang. Berdasarkan hasil analisis dari kedua section A dan B menggunakan metode Fellenius diperoleh nilai faktor keamanan yang termasuk kedalam lereng stabil yaitu lereng section A-A' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,298, 1,291, 1,285, 1,264, 1,241. Lereng section B-B' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,294, 1,292, 1,263, 1,250, 1,248. Luas yang diperoleh dari penampang A dan B = 897 m2, penampang C dan D = 3.055 m2, dan penampang E dan F = 4.584 m2 dari luas penampang tersebut akan diperoleh jumlah volume disposal yang dapat ditampung disposal. Batas dumping limit yang direkomendasikan dari perhitungan faktor keamanan yang telah dihitung adalah maksimal > 15 m dari setiap crest desain lereng disposal dan jumlah volume overburden optimal yang dapat ditampung disposal yaitu 222.834 m3.

Keywords

Disposal, Lereng, Overburden, Faktor Keamanan, Section.

References

- Bowles JE. 1989. Sifat-sifat Fisik & Geoteknis Tanah, Jakarta. Erlangga.

- Litbang. PU. 2006. Rekayasa Penanganan Keruntuhan Lereng Pada Tanah Residual dan Batuan. Jakarta. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.

- Mardan. 2013. Disposal STP Section. Sorowako. PT. Vale Indonesia, Tbk.

- Santosa, B dan Suprarto, H. 1998. Mekanika Tanah Lanjutan. Jakarta. Gunadarma.

- Syafrizal. 2000. Metode Perhitungan Sumberdaya, Bandung. Institut Teknologi Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.