SINKRONISASI ALAT ANGKUT DENGAN ALAT MUAT TERHADAP TARGET PRODUKSI ASPAL PADA PT. WIJAYA KARYA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Hairun Haiurn

Abstract

Sinkronisasi merupakan suatu faktor penting yang digunakan dalam penentuan jumlah alat angkut dengan alat muat terhadap target produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor serta hambatan yang menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran produksi dan melakukan upaya peningkatan waktu kerja serta mencari keserasian antara alat muat dengan alat angkut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan langsungdi lapangan adapun data-data yang dibutuhkan adalah Cycle Time alat angkut dengan alat muat kemudian diolah untuk dikethui  macth factor alat muat dengan alat angkut. Hasil dari perhitungan jumlah alat muat dan alat angkut tidak memiliki keserasian kerja dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutan, karena “macth factor” 0,43 atau lebih kecil dari satu, dimana alat muat bekerja kurang efisien (banyak waktu menganggur). Sedangkan alat angkut sibuk, dengan demikian, perlu penambahan alat angkut menjadi empat unit sehingga antara kedua alat tersebut serasi (sinkron), karena sama-sama bekerja pada efesiensi 100% serta nilai M.F. = 1,0. Penambahan 2 alat unit alat tersebut dapat dilakukan kalau dikehendaki produksi yang maximal perhari. Kesimpulan dari hasil dan pembahasan yaitu dari faktor alat muat bekerja kurang efisien bayak waktu menganggur dan alat angkut sibuk sehingga  macth factor 0,43 tidak sinkron maka perlu penambahan 2 alat angkut menjadi 4 unit sehingga sinkron

References

- Anonim, 2009., “Laporan Eksplorasi PT. Wijaya Karya Aspal Buton

- Hetzel., 1936., Verslag Van Vet Onderzoek Naar Het Voorkomen Van Aspalt Qesteenten Op Het Eiland Boeton, Batavia.

- Projosunarto., 1968., (Pemindahan Tanah Mekanis), Departemen tambang Institut of Mining Metalurgical and Petrolium Engineers, Inc New York

- Rosyid, A., 1998., Pertambangan Aspal Alam Pulau Buton., PPTM., Bandung

- Rochmanhadi., 1978., Alat-alat berat dan Penggunanya., Departemen Pekerjaan Umum

- Sikumbang., N, Sanyoto. P, Supandjono,, R.J.B dan Gafoer.S, 1995. Peta geologi Daerah Lembar Buton, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Geologi

- Ubaghs dan Zeylmons Van Emmicholen (1947). (the formation of natural asphalt),

Refbacks

  • There are currently no refbacks.