Pengaruh Ukuran Partikel Pada Analisis Moisture Batubara Jenis Low Rank Coal

La Ifa, Firdaus F, Faisal Faisal, Deddy Sarmanto

Abstract

Kadar air batubara yang dihasilkan oleh tambang di Indonesia sebagian besar relatif besar dan memiliki nilai kalor yang rendah tergolong sebagai batubara peringkat rendah. Dampak negatif dari pemakaian batubara berperingkat rendah antara lain penurunan efisiensi pembakaran, penurunan efisiensi alat penukar kalor di dalam ketel uap, banyak mengandung mineral pengotor, dan biaya transportasi lebih mahal. batubara peringkat rendah dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh interval waktu yang seragam analisis kadar air dengan mempelajari pengaruh waktu ukuran partikel batubara. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah batubara peringkat rendah. Penilitian ini dilakukan terdiri dari tiga tahap yakni: persiapan bahan baku, tahap pengeringan, dan tahap analisis batubara. Tahap persiapan baku meliputi pengadaan sampel batubara dan tahap preparasi. pada tahap ini batubara terlebih dahulu dipreparasi untuk mendapatkan batubara dengan ukuran yang seragam. Analisis batubara meliputi Air Dry Loss (% ADL), Residual Moisture (%RM) dan Total Moisture (% TM). Dari hasil analisis diperoleh bahwa ukuran partikel terbaik adalah 1,80 mm dengan waktu pengeringan yang dibutuhkan 8 jam 36 menit. Pengaruh ukuran partikel tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap waktu pengeringan.

Keywords

Low rank coal; total moisture content; air dry loss; residual moisture

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.